Info Terkini

Dorong Pendidikan Berbasis Lingkungan, Kabid Pendis NTT Gelar Pembinaan GTK Madrasah di Alor

Pembinaan dan Penguatan Kurikulum Cinta bagi GTK Se Kabupaten Alor

Kalabahi, Pendis Alor – Upaya mendorong pendidikan berbasis lingkungan terus diperkuat di Kabupaten Alor. Hal ini ditandai dengan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Islam (Kabid Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan Islam di daerah tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (11/04/2026) ini bertempat di aula MTs Negeri 1 Alor. Dalam pelaksanaannya, Kabid Pendis Kanwil Kemenag NTT didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor serta Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kabupaten Alor.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengawas madrasah dan Pendidikan Agama Islam (PAI), para kepala RA dan madrasah, serta para guru dan pegawai lingkup Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor.

Baca Juga: Seksi Pendidikan Islam Kemenag Alor Gelar Pendampingan Guru Non ASN Penerima Sertifikasi

Pembinaan difokuskan pada penguatan ekoteologi sebagai pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Ekoteologi merupakan bagian dari Kurikulum Cinta, yaitu bagaimana kita menanamkan rasa cinta kepada lingkungan dan alam. Ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, yang menekankan pentingnya membangun karakter peduli lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan,” jelasnya.

Dalam arahannya, Kabid Pendis NTT menekankan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi.

“Madrasah harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan. Ekoteologi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebatas teori,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kepada para kepala madrasah dan guru agar mampu menanamkan nilai-nilai ekoteologi kepada peserta didik sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehari-hari.

“Para kepala madrasah dan guru harus mampu menanamkan nilai ekoteologi kepada peserta didik sebagai pembiasaan hidup. Kegiatan menanam, penghijauan, memelihara lingkungan, serta menjaga kebersihan harus menjadi budaya yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari warga Kementerian Agama,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dunia pendidikan. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu mengintegrasikan isu-isu lingkungan dalam proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun melalui kegiatan di luar kelas.

Selain penguatan ekoteologi, pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru melalui pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), khususnya dalam merespons tantangan global seperti perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dan aplikatif untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun madrasah yang ramah lingkungan di Kabupaten Alor, sekaligus memperkuat peran pendidikan Islam dalam menjaga kelestarian alam.

Pewarta: Samsul
Foto: Samsul

Tidak ada komentar