Perkuat Kepatuhan Regulasi, Pendis Kemenag Alor Sosialisasikan Pendirian MA di Wolwal
![]() |
| Perkuat Kepatuhan Regulasi, Pendis Kemenag Alor Sosialisasikan Pendirian MA di Wolwal |
Alor Barat Daya – Dalam rangka memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ketentuan pendirian lembaga pendidikan serta memastikan proses pendirian berjalan sesuai regulasi, Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor menyelenggarakan sosialisasi pendirian Madrasah Aliyah (MA) di Kampung Banghana, Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Sabtu (18/04/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan atas undangan masyarakat tersebut merupakan respons atas aspirasi warga akan kebutuhan lembaga pendidikan menengah berbasis keagamaan di wilayah tersebut.
Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten Alor bersama staf, Ketua MUI Kecamatan Alor Barat Daya, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam arahannya, Kepala Seksi Pendis Kemenag Alor, Hadi Abdul Aziz Kammis, menegaskan tiga aspek utama yang perlu menjadi perhatian bersama dalam proses pendirian Madrasah Aliyah, yakni komitmen yang kuat, penguatan kolaborasi, serta kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting untuk memastikan proses pendirian madrasah berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa komitmen dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menyatukan persepsi seluruh elemen masyarakat. Tanpa kesamaan visi, perbedaan kepentingan berpotensi memicu konflik yang dapat menghambat, bahkan menggagalkan, proses pendirian madrasah.
Baca juga: Seksi Pendidikan Islam Kemenag Alor Gelar Pendampingan Guru Non ASN Penerima Sertifikasi
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dalam proses pendirian madrasah, perbedaan kepentingan kerap muncul apabila tidak dibangun kesamaan visi sejak awal sehingga berpotensi menghambat jalannya proses yang telah direncanakan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyatukan visi, saling merangkul, dan bahu membahu dalam mewujudkan pendirian madrasah.
“Komitmen para perintis dalam membangun madrasah ini merupakan langkah positif yang perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak. Untuk itu, penting bagi kita untuk menyamakan persepsi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga semangat kolektif agar proses pendirian madrasah dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pada bagian lain, staf Seksi Pendis yang membidangi urusan pendirian madrasah, Syukur Aki, memaparkan secara rinci berbagai persyaratan administratif dan teknis yang harus dipenuhi, meliputi aspek legalitas, kesiapan lahan, jumlah peserta didik, serta tata kelola kelembagaan. Penyampaian ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki pemahaman yang komprehensif serta tidak mengalami kekeliruan dalam memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dalam sesi diskusi, masyarakat tampak aktif menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan harapan terkait rencana pendirian madrasah. Diskusi tersebut menjadi ruang klarifikasi sekaligus penguatan pemahaman, sehingga setiap tahapan pendirian dapat dilaksanakan sesuai regulasi dan terhindar dari potensi permasalahan.
Masyarakat Kampung Banghana menyambut baik kegiatan ini dan berharap rencana pendirian Madrasah Aliyah dapat segera terwujud. Kehadiran MA dinilai penting dalam membuka akses pendidikan lanjutan bagi generasi muda tanpa harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pendirian Madrasah Aliyah di Desa Wolwal sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kabupaten Alor.
Pewarta: Samsul
Fotografer: Bara
.png)

Tidak ada komentar